semaphore

Semaphore dalam Pramuka

[sunting] Sejarah

Semaphore merupakan salah satu bentuk isyarat menggunakan bendera yang lazim digunakan ketika perang sipil di Amerika Serikat. Ketika itu bendera yang digunakan berwarna putih dan oranye serta hanya terdiri dari satu bendera saja. Orang yang ditugaskan melakukan isyarat bendera ini biasanya berdiri di sebuah tempat yang tinggi atau di lantai yang tingginya sekitar 2-3 meter dari permukaan tanah semaphore

[sunting] Semaphore Modern

Semaphore kini menggunakan dua bendera yang berbentuk persegi, yang akan digunakan oleh pengirim sinyal untuk melakukan posisi-posisi yang bisa diterjemahkan menjadi huruf dan angka. Sebenarnya warna bendera tergantung asal pesan itu dikirimkan, jika dikirimkan dari laut, maka benderanya berwarna merah dan oranye, jika dikirimkan dari darat maka bendera akan berwarna biru dan putih. Di Indonesia bendera yang biasa digunakan dalam kegiatan kepramukaan berwarna merah dan oranye. Namun sebenarnya warna bendera itu sendiri tidaklah terlalu penting, itu hanya merupakan pertanda agar pesan lebih mudah ditangkap.

[sunting] Penggunaan Semaphore dalam Pramuka

Di Indonesia, semaphore biasa diterapkan sebagai salah satu keahlian yang harus dimiliki dalam kegiatan pramuka[1]. Biasanya kegiatan semaphore ini diajarkan sejak dalam level pramuka siaga dan merupakan keterampilan yang dipraktekan pada acara perkemahan. Namun seiring dengan semakin redupnya kegiatan pramuka di Indonesia, maka keterampilan semaphore ini pun semakin jarang dikenal orang.[2]

[sunting] Karakter

Berikut ini adalah simbol-simbol dalam semaphore yang diartikan menjadi huruf dan angka.

Karakter huruf dan angka

[3]

Untuk membuat sandi angka, sebelum memulai sandi maka harus diawali dengan sandi “Nomor” dan jika ingin kembali membuat sandi huruf maka harus membuat sinyal “J” Beberapa sandi lainnya yang biasa digunakan dalam semaphore adalah;

  1. U-R : berita siap dimulai
  2. K : siap menerima berita
  3. E (8 kali) : error / ada kesalahan
  4. I-N-I : ulangi
  5. A-R : berita selesai
  6. R : dapat menerima dengan baik
  7. A-S : tunggu
  8. M-K : geser kanan
  9. M-L : geser kiri.[4]

[sunting] Semaphore sebagai Sinyal Rel Kereta Api

Salah satu bentuk sinyal semaphore kereta api

Contoh penggunaan lainnya adalah pada sinyal kereta api. Semaphore ini merupakan bentuk sinyal kereta api pertama. Sinyal Semaphore diperagakan oleh sebuah tiang yang memiliki lengan yang bisa memutar dan akan menunjukan sinyal kepada masinis. Sinyal ini dipatenkan oleh Joseph James Stevens dan hingga saat ini telah menjadi sinyal mekanis yang paling sering digunakan di berbagai negara.

[sunting] Sejarah

Semaphore sebagai sinyal kereta api pertama kali diterapkan oleh Charles Hutton Gregory pada jalur rel yang menghubungkan London dan Croydon (sekarang bernama jalur kereta London Brighton dan South Coast) di New Cross, London tenggara, pada tahun 1842. Akhirnya sinyal ini digunakan di sepanjang rel kereta di area tenggara[5]. Ide ini dikemukakan oleh John Urpeth Rastick kepada Gregory. Akhirnya sinyal semaphore ini digunakan di seluruh rel kereta api di Inggris pada tahun 1870. Lalu diadaptasi oleh Amerika Serikat pada tahun 1908[6].

[sunting] Bentuk

[sunting] Komponen

Lengan semaphore terdiri dari dua bagian yaitu; bagian pertama yang terdiri dari kayu atau besi dimana mempunyai poros di berbagai titik dan sebuah bingkai yang menyangga lensa berwarna berbentuk lingkaran, yang akan menyala sebagai bagian penggunaan sinyal. Kedua bagian tersebut akan dikombinasikan ke dalam satu rangkaian.

Penggunaan lensa ini akan dikombinasikan dengan lampu pijar atau lampu minyak agar bisa menyala. Namun pada masa sekarang lampu yang digunakan sudah menggunakan lampu listrik.

Bahan-bahan yang biasanya digunakan dalam membuat pos sinyal untuk sinyal semaphore adalah kayu, pipa baja, kisi baja dan beton. Rel kereta api di Tenggara Inggris biasanya juga terbuat dari rel yang sudah tua atau tidak terpakai lagi.

[sunting] Sinyal Dua Posisi dan Tiga Posisi

Sinyal semaphore pertama memiliki lengan yang bisa menunjuk ke tiga posisi. Jika lengan membentuk horizontal berarti “bahaya”, jika condong sejauh 45 derajat berarti “perhatian” dan jika membentuk vertikal maka berarti “bersih”. Yang berarti jalur rel bersih dari kereta lain dan aman untuk dilewati. Namun akhirnya tiga posisi ini digantikan hanya dengan dua posisi, yaitu jika lengan condong 45 derajat maka berarti “perhatian” dan jika dalam posisi vertikal berarti “bersih”. Dan penggantian ini pun diterapkan di seluruh Inggris.

[sunting] Warna dan Bentuk Lengan

Merah digunakan sebagai warna terbaik untuk lengan semaphore karena mencolok dan kontras dengan latar belakang sekitarnya. Biasanya agar semakin mudah terlihat, akan ditambahkan tanda-tanda dengan warna lain yang kontras seperti garis atau titik. Bagian belakang lengan biasanya berwarna putih dengan tanda hitam. Jika ternyata latar belakang yang ada juga dapat mengaburkan warna lengan, maka biasanya akan ditambahkan papan (biasanya berwarna putih) untuk makin membuat lengan kontras dan mencolok.

Pada tahun 1872, lengan pada semua sinyal masih berwarna merah. Baru pada tahun 1920, perusahaan kereta api Inggris mewarnai sinyal jarak menjadi warna kuning sementara sinyal berhenti tetap berwarna merah. Yang terus digunakan hingga saat ini adalah merah sebagai tanda berhenti, kuning sebagai sinyal jarak dan sinyal hijau jika lengan dalam keadaan mati atau “off”. Tapi walau begitu penggunaan warna lainnya masih terjadi di negara-negara lain.

[sunting] Cara Kerja

Sinyal semaphore dioperasikan oleh motor listrik atau hidrolik. Hal tersebut membuat sinyal tersebut dapat dikendalikan dari jarak jauh, atau sinyal tersebut dapat bergerak secara otomatis. Sinyal semaphore juga dibuat dengan antisipasi sedemikian rupa hingga jika tenaga listrik yang mendukung sinyal tersebut mati atau rusak, maka lengan sinyal akan bergerak mengikuti gravitasi ke posisi horizontal.

[sunting] Penggunaan Semaphore Lainnya

Selain untuk kegiatan pramuka, sinyal rel kereta api, semaphore juga digunakan untuk berkomunikasi di pegunungan, dimana komunikasi oral atau elektronik susah untuk dilakukan dan tidak memungkinkan. Kegiatan ini biasa dilakukan oleh Royal Canadian Mounted Police yang biasa menggunakan tangan sebagai pengganti bendera. Penggunaan semaphore ini juga diterapkan dalam patroli pantai, seperti Ocean City Maryland Beach Patrol, sebagai alat komunikasi antar penjaga pantai[7].

[sunting] Trivia

Huruf yang dapat dibentuk oleh bendera semaphore juga memiliki segi artistik dalam motif yang digunakan. Salah satu contohnya adalah dalam bendera yang digunakan oleh The Campaign for Nuclear Disarmament, yang menggunakan simbol damai atau peace, pada tahun 1958. Simbol tersebut ternyata merupakan kombinasi huruf N dan D, yang berarti Nuclear Disarmament yang dikelilingi oleh lingkaran.

Contoh lainnya adalah album cover dari grup band The Beatles pada tahun 1965 yang albumnya berjudul HELP. Pada album cover tersebut tampak empat personil The Beatles sedang mengeja kata ‘‘HELP’’ dengan sandi semaphore lewat tangan mereka. Namun sayang sekali album cover ini dianggap tidak menarik dari segi estetik, sehingga untuk penjualan, album cover tersebut diperbaiki sehingga lebih estetik dan menarik, walaupun posisi tangan keempat anggota The Beatles menjadi tidak memiliki arti[8

Advertisements

morse

Samuel Morse
Sebelum telepon, komputer dan telegraf ditemukan, manusia
membutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun dalam menyampaikan pesan
sampai di tujuan. Samuel Morse, mendapat julukan "Leonardo-nya
Amerika", karena selain terkenal sebagai penemu pesawat telegraf dan
sandi morse (sandi yang terdiri dari titik dan garis) yang terkenal, dia juga
merupakan seorang seniman yang ulung dan seorang politikus. Walau demikian, dia
bukanlah politikus yang handal, dan karya seninya tidak dapat menembus zaman,
tidak seperti yang dimikili oleh Leonardo da Vinci. Akan tetapi, itulah julukan
yang diberikan oleh para kolumnis yang mengomentari tentang Amerika dan
Morse.

Samuel Finley Breese Morse, itulah nama lengkap Morse. Ia dilahirkan pada
tanggal 27 April 1791 di Charlestown, luar kota dari Boston, Massachusetts.
Sejak berumur empat tahun, Morse sangat tertarik pada menggambar. Saat berumur
empat tahun, dia menggambar wajah gurunya di laci. Saat menginjak 14 tahun, dia
mengumpulkan uang saku dengan menggambar teman-temannya dan orang-orang di
kota.

Saat belajar di Yale College pun, Morse bukanlah siswa yang berdeda dengan
yang lain, dan ketertarikannya timbul saat mengikuti kuliah tentang perkembangan
terbaru tentang kelistrikan, akan tetapi dia tepat merasa lebih nyaman bila
menggambar potret-potret miniatur. Suatu saat, dia mengirim surat kepada orang
tuanya, bahwa dia ingin menjadi pelukis. Ayah dan ibunya khawatir bila dia tidak
dapat mencukupi kebutuhan hidupnya dengan menjadi seorang pelukis, jadi mereka
menyuruhnya untuk menjadi penjual buku. Akhirnya Morse bekerja sebagai penjual
buku, tetapi pada malam harinya dia tetap melukis. Akhirnya, orang tuanya
menyadari akan kecintaannya terhadap seni, dan mereka mencari mengumpulkan uang
untuk menyekolakannya di sekolah seni di London.

Saat Samuel Morse berada di Royal Academy di London, gurunya selalu
mengatakan bahwa dia belum menyelesaikan pekerjaannya. Dia memiliki sekitar
duapuluhan gambar yang belum selesai, tetapi dia tidak memiliki satu pun gambar
yang selesai. Morse tetap melakukan hal ini hingga gurunya mengingatkan bahwa
yang dia lakukan salah. Di kelas, dia membuat model Herkules yang terbuat dari
tanah liat. Profesornya sangat menyukainya, dan menyuruh Morse untuk
mengikutkannya pada sebuah kontes. Dia berhasil memenangkan medali emas.
Akhirnya, Morse berhasil menemukan apa yang terbaik untuk dirinya. Dia mulai
menggambar foto-foto orang-orang di Eropa.

Pada tahun 1818, dia menikah, dan kemudian memiliki dua orang putra dan
seorang putri. Ternyata hidup tidaklah mudah. Tidak seorangpun yang memberinya
uang atas gambar diri mereka, dan akhirnya Morse menjadi hampir tidak memiliki
uang sama sekali. Pada tahun 1825, istrinya meninggal karena masalah jantung.
Morse bahkan tidak mengetahui apa yang terjadi pada istrinya, dan kapan dia
meninggal. Dia terlalu sedih dan membuat hampir menyerah untuk melukis. Setelah
itu, Morse dan beberapa orang pelukis lainnya mendirikan National Academy, dan
menjadi Presidennya yang pertama. Dia bekerja melukis dari pukul tujuh pagi
hingga tengah malam. Empat lukisan dinding yang nantinya akan dilukis di ruangan
bundar di Capitol, Amerika. Hanya empat seniman yang dipilih dan dia ingin
menjadi salah satu dari mereka.

Akhirnya, dia tinggal bersama anak-anaknya dan kakak iparnya untuk melukis
kembali di Eropa. Pada bulan oktober 1832, Morse dan keluarganya berlayar pulang
dengan kapal bernama Sully. Morse mendengar percakapan tentang electromagnet
yang baru ditemukan, dan kemudian mucul dalam benaknya konsep tentang telegaf
elektrik. Pada tahun 1835, dia berhasil menciptakan model telegraf pertamanya,
yang dioperasikan di gedung Universitas New York, tempat di mana dia mengajar
seni. Karena miskin, dia membuat model tersebut dari bahan-bahan kasar seperti
penyangga kanvas tua untuk memberdirikannya, bateray buatan sendiri, dan jam tua
untuk menggerakkan kertas yang dimana garis dan titik akan direkamkan.

Pada tahun 1837, Morse mendapatkan dua orang partner yang membantunya
mengembangkan telegrafnya. Yang satu adalah Leonard Gale, seorang professor sain
di universitas New York yang memberikan saran-saran kepadanya, seperti bagaimana
cara meningkatkan voltase dengan cara meningkatkan meningkatkan gulungan
disekitar electromagnet. Satu lagi adalah Alfred Vail, seorang pemuda yang
mememiliki keterampilan mekanik dan keluarganya memiliki perusahaan pengolah
besi New Jersey, membantunya membuat model telegraf yang lebih baik.

Dengan pertolongan teman-teman barunya, Morse mengajukan paten untuk telegraf
barunya pada tahun 1837, yang dijelaskannya termasuk sebuah sandi yang terdiri
dari titik dan garis untuk mewakili angka-angka, sebuah kamus untuk mengubah
angka-angka tersebut menjadi kata-kata, dan seperangkat jenis gigi gergaji untuk
mengirim sinyal. Morse yang tidak puas dengan karir seninya, telah memberikan
seluruh waktunya bagi telegraf.

Pada tahun 1838, dalam sebuah eksebisi tentang telegrafnya di New York, Morse
mentransmisikan sepuluh kata per menit. Dia mneggunakan kamus angka-kata
miliknya, dan menggunakan sandi titik-garis untuk menulis surat secara langsung.
Walaupun kelak akan berubah secara detail, sandi Morse menjadi standar yang
digunakan di seluruh dunia. Dalam beberapa tahun kemudian, Morse memamerkan
telegrafnya dikalangan orang-orang terpelajar, manusia-manusia karir, dan
komite-komite dari kongres-kongres, dengan harapan akan mendapatkan dana untuk
mengadakan test sekala besar bagi telegrafnya. Dia mendapatkan pertanyaan yang
besar apakah pesan dapat benar-benar dikirim dari satu kota ke kota yang lain
dengan menggunakan kawat.

Pada tahun 1843, dengan usahanya sendiri, tanpa pertolongan berarti dari
rekan-rekannya, Morse akhirnya berhasil mendapatkan dana dari Congres untuk
membangun kabel telegraf pertama di Amerika, dari Baltimore ke Washington D.C.
Setelah Morse selesai merentangkan kawatnya, alatnya mampu bekerja dengan baik.
Dan, sejak bulan mei 1844, jaringan telegraf elektrik antar kota pertama di
dunia telah rampung. Setelah dua belas tahun dimana kebanyakan orang Amerika
tidak menghiraukan usahanya untuk membangun telegraf, Morse secara cepat menjadi
pahlawan Amerika.

Pada tahun 1846, perusahaan-perusahaan swasta menggunakan paten Morse, telah
membangun jaringan telegraf dari Washington, mencapai Boston dan Buffalo, dan
bahkan dikembangkan lebih jauh. Pada tahun 1847, dengan cukup uang yang
didapatkannya dari telegraf, Morse membawa keluarganya bersama-sama ke rumah di
pedesaan miliknya sendiri. Dia membeli 100 acre tanah di luar kota Poughkeepsie
dan memberinya nama Locust Grove. Pada tahun 1848, Morse menikah untuk kedua
kalinya, dengan seorang kerabatnya yang miskin, tuli dan bodoh, yang berumur 26
tahun. Morse menjelaskan bahwa dia memilih wanita itu karena wanita itu dapat
mandiri darinya. Keluarga Morse tumbuh dengan tambahan beberapa orang anak.

Pada awal 1850-an, Morse kembali membangun Locust Grove dengan villa bermodel
Italia. Di usianya yang ke-80, tepatnya tanggal 2 April 1872, Morse meninggal
dunia di New York karena sakit pneumonia. Ia dimakamkan di pemakaman Greenwood,
Brooklyn.

Morse Code Alphabet

The International morse code characters are:

A .- B -… C -.-. D -.. E . F ..-. G –.

H …. I .. J .— K -.- L .-.. M — N -.

O — P .–. Q –.- R .-. S … T – U ..-

V …- W .– X -..- Y -.– Z –..

0 —– 1 .—- 2 ..— 3 …– 4 ….-

5 ….. 6 -…. 7 –… 8 —.. 9 —-.

Fullstop .-.-.-

Comma –..–

Query ..–..

Samuel Morse
Sebelum telepon, komputer dan telegraf ditemukan, manusia
membutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun dalam menyampaikan pesan
sampai di tujuan. Samuel Morse, mendapat julukan "Leonardo-nya
Amerika", karena selain terkenal sebagai penemu pesawat telegraf dan
sandi morse (sandi yang terdiri dari titik dan garis) yang terkenal, dia juga
merupakan seorang seniman yang ulung dan seorang politikus. Walau demikian, dia
bukanlah politikus yang handal, dan karya seninya tidak dapat menembus zaman,
tidak seperti yang dimikili oleh Leonardo da Vinci. Akan tetapi, itulah julukan
yang diberikan oleh para kolumnis yang mengomentari tentang Amerika dan
Morse.

Samuel Finley Breese Morse, itulah nama lengkap Morse. Ia dilahirkan pada
tanggal 27 April 1791 di Charlestown, luar kota dari Boston, Massachusetts.
Sejak berumur empat tahun, Morse sangat tertarik pada menggambar. Saat berumur
empat tahun, dia menggambar wajah gurunya di laci. Saat menginjak 14 tahun, dia
mengumpulkan uang saku dengan menggambar teman-temannya dan orang-orang di
kota.

Saat belajar di Yale College pun, Morse bukanlah siswa yang berdeda dengan
yang lain, dan ketertarikannya timbul saat mengikuti kuliah tentang perkembangan
terbaru tentang kelistrikan, akan tetapi dia tepat merasa lebih nyaman bila
menggambar potret-potret miniatur. Suatu saat, dia mengirim surat kepada orang
tuanya, bahwa dia ingin menjadi pelukis. Ayah dan ibunya khawatir bila dia tidak
dapat mencukupi kebutuhan hidupnya dengan menjadi seorang pelukis, jadi mereka
menyuruhnya untuk menjadi penjual buku. Akhirnya Morse bekerja sebagai penjual
buku, tetapi pada malam harinya dia tetap melukis. Akhirnya, orang tuanya
menyadari akan kecintaannya terhadap seni, dan mereka mencari mengumpulkan uang
untuk menyekolakannya di sekolah seni di London.

Saat Samuel Morse berada di Royal Academy di London, gurunya selalu
mengatakan bahwa dia belum menyelesaikan pekerjaannya. Dia memiliki sekitar
duapuluhan gambar yang belum selesai, tetapi dia tidak memiliki satu pun gambar
yang selesai. Morse tetap melakukan hal ini hingga gurunya mengingatkan bahwa
yang dia lakukan salah. Di kelas, dia membuat model Herkules yang terbuat dari
tanah liat. Profesornya sangat menyukainya, dan menyuruh Morse untuk
mengikutkannya pada sebuah kontes. Dia berhasil memenangkan medali emas.
Akhirnya, Morse berhasil menemukan apa yang terbaik untuk dirinya. Dia mulai
menggambar foto-foto orang-orang di Eropa.

Pada tahun 1818, dia menikah, dan kemudian memiliki dua orang putra dan
seorang putri. Ternyata hidup tidaklah mudah. Tidak seorangpun yang memberinya
uang atas gambar diri mereka, dan akhirnya Morse menjadi hampir tidak memiliki
uang sama sekali. Pada tahun 1825, istrinya meninggal karena masalah jantung.
Morse bahkan tidak mengetahui apa yang terjadi pada istrinya, dan kapan dia
meninggal. Dia terlalu sedih dan membuat hampir menyerah untuk melukis. Setelah
itu, Morse dan beberapa orang pelukis lainnya mendirikan National Academy, dan
menjadi Presidennya yang pertama. Dia bekerja melukis dari pukul tujuh pagi
hingga tengah malam. Empat lukisan dinding yang nantinya akan dilukis di ruangan
bundar di Capitol, Amerika. Hanya empat seniman yang dipilih dan dia ingin
menjadi salah satu dari mereka.

Akhirnya, dia tinggal bersama anak-anaknya dan kakak iparnya untuk melukis
kembali di Eropa. Pada bulan oktober 1832, Morse dan keluarganya berlayar pulang
dengan kapal bernama Sully. Morse mendengar percakapan tentang electromagnet
yang baru ditemukan, dan kemudian mucul dalam benaknya konsep tentang telegaf
elektrik. Pada tahun 1835, dia berhasil menciptakan model telegraf pertamanya,
yang dioperasikan di gedung Universitas New York, tempat di mana dia mengajar
seni. Karena miskin, dia membuat model tersebut dari bahan-bahan kasar seperti
penyangga kanvas tua untuk memberdirikannya, bateray buatan sendiri, dan jam tua
untuk menggerakkan kertas yang dimana garis dan titik akan direkamkan.

Pada tahun 1837, Morse mendapatkan dua orang partner yang membantunya
mengembangkan telegrafnya. Yang satu adalah Leonard Gale, seorang professor sain
di universitas New York yang memberikan saran-saran kepadanya, seperti bagaimana
cara meningkatkan voltase dengan cara meningkatkan meningkatkan gulungan
disekitar electromagnet. Satu lagi adalah Alfred Vail, seorang pemuda yang
mememiliki keterampilan mekanik dan keluarganya memiliki perusahaan pengolah
besi New Jersey, membantunya membuat model telegraf yang lebih baik.

Dengan pertolongan teman-teman barunya, Morse mengajukan paten untuk telegraf
barunya pada tahun 1837, yang dijelaskannya termasuk sebuah sandi yang terdiri
dari titik dan garis untuk mewakili angka-angka, sebuah kamus untuk mengubah
angka-angka tersebut menjadi kata-kata, dan seperangkat jenis gigi gergaji untuk
mengirim sinyal. Morse yang tidak puas dengan karir seninya, telah memberikan
seluruh waktunya bagi telegraf.

Pada tahun 1838, dalam sebuah eksebisi tentang telegrafnya di New York, Morse
mentransmisikan sepuluh kata per menit. Dia mneggunakan kamus angka-kata
miliknya, dan menggunakan sandi titik-garis untuk menulis surat secara langsung.
Walaupun kelak akan berubah secara detail, sandi Morse menjadi standar yang
digunakan di seluruh dunia. Dalam beberapa tahun kemudian, Morse memamerkan
telegrafnya dikalangan orang-orang terpelajar, manusia-manusia karir, dan
komite-komite dari kongres-kongres, dengan harapan akan mendapatkan dana untuk
mengadakan test sekala besar bagi telegrafnya. Dia mendapatkan pertanyaan yang
besar apakah pesan dapat benar-benar dikirim dari satu kota ke kota yang lain
dengan menggunakan kawat.

Pada tahun 1843, dengan usahanya sendiri, tanpa pertolongan berarti dari
rekan-rekannya, Morse akhirnya berhasil mendapatkan dana dari Congres untuk
membangun kabel telegraf pertama di Amerika, dari Baltimore ke Washington D.C.
Setelah Morse selesai merentangkan kawatnya, alatnya mampu bekerja dengan baik.
Dan, sejak bulan mei 1844, jaringan telegraf elektrik antar kota pertama di
dunia telah rampung. Setelah dua belas tahun dimana kebanyakan orang Amerika
tidak menghiraukan usahanya untuk membangun telegraf, Morse secara cepat menjadi
pahlawan Amerika.

Pada tahun 1846, perusahaan-perusahaan swasta menggunakan paten Morse, telah
membangun jaringan telegraf dari Washington, mencapai Boston dan Buffalo, dan
bahkan dikembangkan lebih jauh. Pada tahun 1847, dengan cukup uang yang
didapatkannya dari telegraf, Morse membawa keluarganya bersama-sama ke rumah di
pedesaan miliknya sendiri. Dia membeli 100 acre tanah di luar kota Poughkeepsie
dan memberinya nama Locust Grove. Pada tahun 1848, Morse menikah untuk kedua
kalinya, dengan seorang kerabatnya yang miskin, tuli dan bodoh, yang berumur 26
tahun. Morse menjelaskan bahwa dia memilih wanita itu karena wanita itu dapat
mandiri darinya. Keluarga Morse tumbuh dengan tambahan beberapa orang anak.

Pada awal 1850-an, Morse kembali membangun Locust Grove dengan villa bermodel
Italia. Di usianya yang ke-80, tepatnya tanggal 2 April 1872, Morse meninggal
dunia di New York karena sakit pneumonia. Ia dimakamkan di pemakaman Greenwood,
Brooklyn.

Morse Code Alphabet

The International morse code characters are:

A .- B -… C -.-. D -.. E . F ..-. G –.

H …. I .. J .— K -.- L .-.. M — N -.

O — P .–. Q –.- R .-. S … T – U ..-

V …- W .– X -..- Y -.– Z –..

0 —– 1 .—- 2 ..— 3 …– 4 ….-

5 ….. 6 -…. 7 –… 8 —.. 9 —-.

Fullstop .-.-.-

Comma –..–

Query ..–..

sejarah tangerang

Sejarah Awal Mula Tangerang sebagai Kota Benteng

Asal usul Tangerang – Tangerang adalah pusat manufaktur dan industri di pulau Jawa dan memiliki lebih dari 1000 pabrik. Banyak perusahaan-perusahaan internasional yang memiliki pabrik di kota ini. Tangerang memiliki cuaca yang cenderung panas dan lembab, dengan sedikit hutan atau bagian geografis lainnya. Kawasan-kawasan tertentu terdiri atas rawa-rawa, termasuk kawasan di sekitar Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Tangerang juga memiliki jumlah komunitas Tionghoa yang cukup signifikan, banyak dari mereka adalah campuran Cina Benteng. Mereka didatangkan sebagai buruh oleh kolonial Belanda pada abad ke 18 dan 19, dan kebanyakan dari mereka tetap berprofesi sebagai buruh dan petani. Budaya mereka berbeda dengan komunitas Tionghoa lainnya di Tangerang: ketika hampir tidak satupun dari mereka yang berbicara dengan aksen Mandarin, mereka adalah pemeluk Taoisme yang kuat dan tetap menjaga tempat-tempat ibadah dan pusat-pusat komunitas mereka. Secara etnis, mereka tercampur, namun menyebut diri mereka sebagai Tionghoa. Banyak makam Tionghoa yang berlokasi di Tangerang, kebanyakan sekarang telah dikembangkan menjadi kawasan sub-urban seperti Lippo Village, Bumi Serpong Damai, Summarecon Gading Serpong dan Alam Sutera.

Kawasan pecinan Tangerang berlokasi di Pasar Lama, Benteng Makassar, Kapling dan Karawaci (bukan Lippo Village). Orang-orang dapat menemukan makanan dan barang-barang berkhas China. Lippo Village dan Alam Sutera adalah lokasi permukiman baru. Kebanyakan penduduknya adalah pendatang, bukan asli Cina Benteng.

Untuk mengungkapkan asal-usul tangerang sebagai kota “Benteng”, diperlukan catatan yang menyangkut perjuangan. Menurut sari tulisan F. de Haan yang diambil dari arsip VOC,resolusi tanggal 1 Juni 1660 dilaporkan bahwa Sultan Banten telah membuat negeri besar yang terletak di sebelah barat sungai Untung Jawa, dan untuk mengisi negeri baru tersebut Sultan Banten telah memindahkan 5 sampai 6.000 penduduk.

Kemudian dalam Dag Register tertanggal 20 Desember 1668 diberitakan bahwa Sultan Banten telah mengangkat Radin Sina Patij dan Keaij Daman sebagai penguasa di daerah baru tersebut. Karena dicurigai akan merebut kerajaan, Raden Sena Pati dan Kyai Demang dipecat Sultan. Sebagai gantinya diangkat Pangeran Dipati lainnya. Atas pemecatan tersebut Ki Demang sakit hati. Kemudian tindakan selanjutnya ia mengadu domba antara Banten dan VOC. Tetapi ia terbunuh di Kademangan.

Dalam arsip VOC selanjutnya, yaitu dalam Dag Register tertanggal 4 Maret 1980 menjelaskan bahwa penguasa Tangerang pada waktu itu adalah Keaij Dipattij Soera Dielaga. Kyai Soeradilaga dan putranya Subraja minta perlindungan kompeni dengan diikuti 143 pengiring dan tentaranya (keterangan ini terdapat dalam Dag Register tanggal 2 Juli 1982). Ia dan pengiringnya ketika itu diberi tempat di sebelah timur sungai, berbatasan dengan pagar kompeni.

Ketika bertempur dengan Banten, ia beserta ahli perangnya berhasil memukul mundur pasikan Banten. Atas jasa keunggulannya itu kemudian ia diberi gelar kehormatan Raden Aria Suryamanggala, sedangkan Pangerang Subraja diberi gelar Kyai Dipati Soetadilaga. Selanjutnya Raden Aria Soetadilaga diangkat menjadi Bupati Tangerang I dengan wilayah meliputi antara sungai Angke dan Cisadane. Gelar yang digunakannya adalah Aria Soetidilaga I. Kemudian dengan perjanjian yang ditandatangani pada tanggal 17 April 1684, Tangerang menjadi kekuasaan kompeni, Banten tidak mempunyai hak untuk campur tangan dalam mengatur tata pemerintahan di Tangerang. Salah satu pasal dari perjanjian tersebut berbunyi: “Dan harus diketahui dengan pasti sejauh mana batas-batas daerah kekuasaan yang sejak masa lalu telah dimaklumi maka akan tetap ditentukan yaitu daerah yang dibatasi oleh sungai Untung Jawa atau Tangerang dari pantai Laut Jawa hingga pegunungan-pegunungan sejauh aliran sungai tersebut dengan kelokan-kelokannya dan kemudian menurut garis lurus dari daerah Selatan hingga utara sampai Laut Selatan. Bahwa semua tanah disepanjang Untung Jawa atau Tangerang akan menjadi milik atau ditempati kompeni”

Dengan adanya perjanjian tersebut daerah kekuasaan bupati bertambah luas sampai sebelah barat sungai Tangerang. Untuk mengawasi Tangerang maka dipandang perlu menambah pos-pos penjagaan di sepanjang perbatasan sungai Tangerang, karena orang-orang Banten selalu menekan penyerangan secara tiba-tiba. Menurut peta yang dibuat tahun 1962, pos yang paling tua terletak di muara sungai Mookervaart, tepatnya disebelah utara Kampung Baru. Namun kemudian ketika didirikan pos yang baru, bergeserlah letaknya ke sebelah Selatan atau tepatnya di muara sungai Tangerang.

Menurut arsip Gewone Resolutie Van hat Casteel Batavia tanggal 3 April 1705 ada rencana merobohkan bangunan-bangunan dalam pos karena hanya berdinding bambu. Kemudian bangunannya diusulkan diganti dengan tembok. Gubernur Jenderal Zwaardeczon sangat menyetujui usulan tersbut, bahkan diinstruksikan untuk membuat pagar tembok mengelilingi bangunan-bangunan dalam pos penjagaan. Hal ini dimaksudkan agar orang Banten tidak dapat melakukan penyerangan. Benteng baru yang akan dibangun untuk ditempati itu direncanakan punya ketebalan dinding 20 kaki atau lebih. Disana akan ditempatkan 30 orang Eropa dibawah pimpinan seorang Vandrig(Peltu) dan 28 orang Makasar yang akan tinggal diluar benteng. Bahan dasar benteng adalah batu bata yang diperoleh dari Bupati Tangerang Aria Soetadilaga I.

Setelah benteng selesai dibangun personilnya menjadi 60 orang Eropa dan 30 orang hitam. Yang dikatakan orang hitam adalah orang-orang Makasar yang direkrut sebagai serdadu kompeni. Benteng ini kemudian menjadi basis kompeni dalam menghadapi pemberontakan dari Banten. Kemudian pada tahun 1801, diputuskan untuk memperbaiki dan memperkuat pos atau garnisun itu, dengan letak bangunan baru 60 roeden agak ke tenggara, tepatnya terletak disebelah timur Jalan Besar pal 17. Orang-orang pribumi pada waktu itu lebih mengenal bangunan ini dengan sebutan “Benteng”. Sejak itu, Tangerang terkenal dengan sebutan Benteng. Benteng ini sejak tahun 1812 sudah tidak terawat lagi, bahkan menurut “Superintendant of Publik Building and Work” tanggal 6 Maret 1816 menyatakan: “…Benteng dan barak di Tangerang sekarang tidak terurus, tak seorangpun mau melihatnya lagi. Pintu dan jendela banyak yang rusak bahkan diambil orang untuk kepentingannya” taken from website kota tangerang

pramuka

Sejarah VOC – VOC didirikan pada tanggal 20 Maret 1602 yang merupakan perusahaan Belanda yang memiliki monopoli untuk aktivitas perdangan di Asia. Badan dagang Vereenigde Oostindesche Compagnie (VOC) atau Perserikatan Perusahaan Hindia Timur Belanda merupakan badan dagang yang istimewa kerena didukung oleh negara dan diberi fasilitas-fasilitas tersendiri yang istimewa. Seperti halnya VOC diperbolehkan memiliki tentara dan boleh bernegosiasi dengan Negara-negara lain. Dengan kata lain VOC adalah Negara dalam Negara. Selain itu VOC juga dianggap sebagai perusahaan pertama yang mengeluarkan pembagian saham. Di Indonesia VOC memiliki sebutan populer Kompeni atau Kumpeni. Istilah ini diambil dari kata compagnie dalam nama lengkap perusahaan tersebut dalam bahasa Belanda. Tetapi rakyat Nusantara lebih mengenal Kompeni adalah tentara Belanda karena penindasannya dan pemerasan kepada rakyat Nusantara yang sama seperti tentara Belanda.

Awal Mula/Latar Belakang VOC
Datangnya orang Eropa melalui jalur laut diawali oleh Vasco da Gama, yang pada tahun 1497-1498 berhasil berlayar dari Eropa ke India melalui Tanjung Pengharapan (Cape of Good Hope) di ujung selatan Afrika, sehingga mereka tidak perlu lagi bersaing dengan pedagang-pedagang Timur Tengah untuk memperoleh akses ke Asia Timur, yang selama ini ditempuh melalui jalur darat yang sangat berbahaya. Pada awalnya, tujuan utama bangsa-bangsa Eropa ke Asia Timur dan Tenggara termasuk ke Nusantara adalah untuk perdagangan, demikian juga dengan bangsa Belanda. Misi dagang yang kemudian dilanjutkan dengan politik pemukiman -kolonisasi- dilakukan oleh Belanda dengan kerajaan-kerajaan di Jawa, Sumatera dan Maluku, sedangkan di Suriname dan Curaçao, tujuan Belanda sejak awal adalah murni kolonisasi (pemukiman). Dengan latar belakang perdagangan inilah awal kolonialisasi bangsa Indonesia (Hindia Belanda) berawal.

Selama abad ke 16 perdagangan rempah-rempah didominasi oleh Portugis dengan menggunakan Lisbon sebagai pelabuhan utama. Sebelum revolusi di negeri Belanda kota Antwerp memegang peranan penting sebagai distributor di Eropa Utara, akan tetapi setelah tahun 1591 Portugis melakukan kerjasama dengan firma-firma dari Jerman, Spanyol dan Italia menggunakan Hamburg sebagai pelabuhan utama sebagai tempat untuk mendistribusikan barang-barang dari Asia, memindah jalur perdagangan tidak melewati Belanda. Namun ternyata perdagangan yang dilakukan Portugis tidak efisien dan tidak mampu menyuplai permintaan yang terus meninggi, terutama lada. Suplai yang tidak lancar menyebabkan harga lada meroket pada saat itu. Selain itu Unifikasi Portugal dan Kerajaan Spanyol (yang sedang dalam keadaan perang dengan Belanda pada saat itu) pada tahun 1580, menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi Belanda. ketiga faktor tersebutlah yang mendorong Belanda memasuki perdagangan rempah-rempah Interkontinental. Akhirnya Jan Huyghen van Linschoten dan Cornelis de Houtman menemukan “jalur rahasia” pelayaran Portugis, yang membawa pelayaran pertama Cornelis de Houtman ke Banten, pelabuhan utama di Jawa pada tahun 1595-1597.

Pada tahun 1596 empat kapal ekspedisi dipimpin oleh Cornelis de Houtman berlayar menuju Indonesia, dan merupakan kontak pertama Indonesia dengan Belanda. Ekspedisi ini mencapai Banten, pelabuhan lada utama di Jawa Barat, disini mereka terlibat dalam perseteruan dengan orang Portugis dan penduduk lokal. Houtman berlayar lagi ke arah timur melalui pantai utara Jawa, sempat diserang oleh penduduk lokal di Sedayu berakibat pada kehilangan 12 orang awak, dan terlibat perseteruan dengan penduduk lokal di Madura menyebabkan terbunuhnya seorang pimpinan lokal. Setelah kehilangan separuh awak maka pada tahun berikutnya mereka memutuskan untuk kembali ke Belanda namun rempah-rempah yang dibawa cukup untuk menghasilkan keuntungan.

Adalah para pedagang Inggris yang memulai mendirikan perusahaan dagang di Asia pada 31 Desember 1600 yang dinamakan The Britisch East India Company dan berpusat di Kalkuta. Kemudian Belanda menyusul tahun 1602 dan Prancis pun tak mau ketinggalan dan mendirikan French East India Company tahun 1604.

Pada 20 Maret 1602, para pedagang Belanda mendirikan Verenigde Oost-Indische Compagnie – VOC (Perkumpulan Dagang India Timur). Di masa itu, terjadi persaingan sengit di antara negara-negara Eropa, yaitu Portugis, Spanyol kemudian juga Inggris, Perancis dan Belanda, untuk memperebutkan hegemoni perdagangan di Asia Timur. Untuk menghadapai masalah ini, oleh Staaten Generaal di Belanda, VOC diberi wewenang memiliki tentara yang harus mereka biayai sendiri. Selain itu, VOC juga mempunyai hak, atas nama Pemerintah Belanda -yang waktu itu masih berbentuk Republik- untuk membuat perjanjian kenegaraan dan menyatakan perang terhadap suatu negara. Wewenang ini yang mengakibatkan, bahwa suatu perkumpulan dagang seperti VOC, dapat bertindak seperti layaknya satu negara.

Perusahaan ini mendirikan markasnya di Batavia (sekarang Jakarta) di pulau Jawa. Pos kolonial lainnya juga didirikan di tempat lainnya di Hindia Timur yang kemudian menjadi Indonesia, seperti di kepulauan rempah-rempah (Maluku), yang termasuk Kepulauan Banda di mana VOC manjalankan monopoli atas pala dan fuli. Metode yang digunakan untuk mempertahankan monompoli termasuk kekerasan terhadap populasi lokal, dan juga pemerasan dan pembunuhan massal.

Pos perdagangan yang lebih tentram di Deshima, pulau buatan di lepas pantai Nagasaki, adalah tempat satu-satunya di mana orang Eropa dapat berdagang dengan Jepang.

Tahun 1603 VOC memperoleh izin di Banten untuk mendirikan kantor perwakilan, dan pada 1610 Pieter Both diangkat menjadi Gubernur Jenderal VOC pertama (1610-1614), namun ia memilih Jayakarta sebagai basis administrasi VOC. Sementara itu, Frederik de Houtman menjadi Gubernur VOC di Ambon (1605 – 1611) dan setelah itu menjadi Gubernur untuk Maluku (1621 – 1623).

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!